Namaku Fadli berumur 25 tahun, aku merantau ke Jakarta dan nge-kost di kawasan Jakarta Timur.
Di hari Sabtu yang cerah aku sedang menunggu kiriman
ayahku yang dititipkan temannya, namanya Om Bambang. Seperti biasa kalau hari
Sabtu pagi sarapanku adalah chatting alias internetan. Aku suka dengan lelaki yang berumur 40-50
tahun dan berpostur tubuh tambun. Sedang asyik nge-browsing situs-situs gay,
tiba-tiba suara pintu kamarku ada yang ketuk…….tok….tok….tok…….Lalu kubuka
pintu kamar kostku, ternyata……….
“Eh, Om Bambang…..silahkan masuk.” sambutku.
Om Bambang ini memang sudah aku kenal lama karena beliau
teman ayahku sejak SMP dulu. Orangnya bisa
dibilang agak gemuk dan berkumis.
“Maaf, Om….kamarnya berantakan.” kataku.
“Ah gak apa-apa, Dik Fadli.” kata Om Bambang sambil tersenyum.
Saat ku lirik ke monitor komputerku……
“Celaka……situs gay yang aku buka belum aku minimize.” pikirku
dalam hati. Mudah-mudahan Om Bambang tidak melihatnya.
“Silahkan duduk, Om.” kataku sambil menunjuk tempat
tidur.
Ternyata Om Bambang memilih duduk di bangku dekat meja
yang ada komputerku.
“Gawat nih.” pikirku.
“Loh, kamu suka ngelihat situs-situs beginian ya ?” kata
Om Bambang.
“Ehh……anu……eh……bukan aku.” balasku secara spontan.
“Suka juga gak apa-apa….kamu khan sudah dewasa.” balas Om
Bambang sambil tersenyum.
Aku hanya membalasnya dengan senyum kecut. Aku duduk
ditepi ranjang hamper berhadapan dengan Om Bambang. Dag dig dug jantungku
melihat perawakan Om Bambang; memang sudah cukup lama aku mengidam-idamkan
dapat berduaan dengannya. Saat aku sedang mengkhayal dan tanpa sadar sambil
menatap Om Bambang;, tiba-tiba………..
“Coba dong Om juga mau melihat video streaming gay nya.” kata
Om Bambang.
Lalu aku berdiri disamping Om Bambang yang masih duduk
dibangku. Kuarahkan mouse komputerku meng-klik video streaming yang tadi sempat
aku lihat. Disana Nampak adegan seorang lelaki tua berusia senja sedang
mengkulum penis seorang anak muda. Sedang asyik menonton video tersebut,
tiba-tiba tangan kanan Om Bambang merangkul pinggangku dan aku lirik ke Om
Bambang dan membalasnya dengan senyuman. Aku berharap Om Bambang berbuat lebih…..ternyata
dugaanku benar; kini tangan kiri nya mengelus-elus bagian sensitifku. Oh,
jantungku tambah berdetak kencang; takkan kusia-siakan kesempatan ini pikirku
dalam hati. Agar suasana tambah horni sengaja aku membuat desahan.
Aahhhh……..oohhhhh…….ssshhhhhh………”Terus, Om.” desahku.
Kini bukan dielus daerah sensitifku melainkan
diremas-remas tonjolanku. Kurangkul pundak Om Bambang dan kudekatkan kepalanya
dengan dadaku.
“Oh, Om………” desahku.
“Om ingin lihat punya kamu….boleh ?” pinta Om Bambang.
Aku menunduk melihat Om Bambang kemudian menganggukkan
kepalaku sambil tersenyum.
Dilepaskan celana pendekku kemudian celana dalamku.
“Wah, bentuk penismu bagus ya.” puji Om Bambang sambil
dikocoknya penisku perlahan.
Aku hanya bisa mendesah…….sssshhhhh……aaahhhhhh……emmmm…….mmm………….
“Di isep Om…..” kataku.
Diciumnya kepala penisku lalu dijilatnya dan….pok….pok……pok……di
masukkannya penisku ke dalam mulutnya; kedua tangan Om Bambang mendorong
pantatku sehingga penisku mengentoti mulut Om Bambang; dengan gerakan yang agak cepat tangan Om
Bambang mengiring gerakan pantatku maju-mundur.
“Aaahhhh……..Om……enak banget…..terus Om…..terus isep
penisku….” desahku.
Mendengar desahanku, Om Bambang makin menjadi-jadi makin
dipercepatnya mengulum penisku sampai kadang penisku beradu dengan giginya dan
terasa agak ngilu.
“Ooohhhh…..Om…..ampun……ampun……ssshhhhhhh….” teriakku.
Sengaja aku teriak supaya Om Bambang tambah “liar”. Sambil kuremas rambut Om
Bambang dan kutekan kepalanya sehingga seluruh penisku masuk sampai ke pangkal
tenggorokannya.
Pok….pok…..pok…….bunyi itu makin terdengar karena penisku
sudah penuh dengan liur Om Bambang dan itu yang membuat sebagai pelicin. Tak
lupt juga buah zakarku dijilat dan dimasukkan dua-duanya buah zakarku ke dalam
mulutnya.
Hampir satu jam Om Bambang asyik bermain dengan penis dan
buah zakarku. Secara bergantian penisku dikulumnya dan dikocoknya.
Lalu dibaliknya badanku, disuruhnya aku agak menungging, disibaknya daging pantatku dengan tangan Om Bambang. Dijilatnya lubang anusku dan sekitar lubang anusku...sesekali disedotnya lubang anusku kuat-kuat.
"Aahh.......enak banget, Om....sedot terus....jilat terus lubang pantatku.....oohh...." desahku.
Om Bambang memasukkan jari tengah ke dalam lubang anusku; digerakkannya masuk-keluar di lubang anusku.
Ahhh.......ooaahhhh.....hh....hhhh.......
Kadang dimasukkannya sekaligus jari tengah dan jari telunjuknya ke dalam lubang anusku dan dijilatnya begitu terus bergantian.
"Ah...pelan-pelan, Om....sakit." rintihku.
Terus Om Bambang menjilat lubang anusku dan kadang sambil dikocoknya penisku.
Setelah puas dengan lubang anusku, kembali Om Bambang mengulum penisku dan kadang mengocoknya dengan lembut.
“Oooaaahhhhh……Om aku udah mao keluar nih.” teriakku.
“Keluarkan saja, Om ingin sekali meminum peju kamu,
Fadli.” Kata Om Bambang.
Tak lama kemudian……crot…croott….croootttttt…..pejuku
muncrat di dalam mulut Om Bambang. Bagaikan orang yang kehausan mendapatkan
sumber air, Om Bambang menjilat dengan liar dan menelan pejuku hingga bersih.
“Oh…..enak banget isepan Om Bambang.” kataku.
Lalu aku menyuruh Om Bambang berbaring di ranjang dengan
posisi tanpa busana kini gantian aku yang menyerpis Om Bambang. Ku isep penis
Om Bambang dan tanganku memilin putting Om Bambang.
“Oh, Fadli…….enak sekali isepan kamu.” desah Om Bambang.
![]() | |
| Kududuki penis Om Bambang dan kugenjot pantatku |
Diremasnya rambutku dan ditekannya kepalaku hamper tersedak
aku karena penisnya sampai dipangkal tenggorokanku. Kukocok dan kukulum penis
Om Bambang begitu terus secara bergantian. Cukup lama aku mengulum penis dan
buah zakar Om Bambang.
Lalu aku mengambil lotion, lubang pantatku ku olesi
dengan lotion juga penis Om Bambang.
Bless……penis Om Bambang masuk ke dalam anusku.
“Oh…..lubang kamu sempit sekali.” kata Om Bambang.
Kugenjot pantatku naik-turun membuat Om Bambang mendesah……aaahhhh…..ooohhhhh……
“Terus Fadli…..genjot yang kencang.” pinta Om Bambang.
Kugenjot pantatku makin cepat….pok….pok….pok….pok……....
“Oohh, enak sekali lubang pantat kamu.” kata Om Bambang.
Tanganku sambil meremas dada dan memilin putting Om Bambang. Aku juga merasakan nikmat
yang luar biasa saat aku menggenjot pantatku dengan cepat naik-turun. Kami
berdua kini penuh dengan peluh keringat, dada Om Bambang sudah basah dengan
keringatnya sendiri dan keringatku yang mengucur.
Ooohhh….aaahhhh……oooaaahahhhhhh…………desahan demi desahan
yang terdengar.
“Om mau keluar nih……..” kata Om Bambang.
“Keluarkan di dalam pantatku, Om.” balasku.
“Aaahhhhh……oooohhhhhhh…..Om keluar nih.” Teriak Om
Bambang.
Crrooott…….croooottt…………
Terasa cairan hangat di dalam lubang pantatku. Terus
kugenjot pantatku sampai…………
“Ampun…..ampun…..cukup…..” kata Om Bambang
tersengal-sengal.
Kubiarkan penisnya masih di dalam lubang pantatku sampai
melemas.
Setiap Om Bambang mengahantar titipan ayahku, kami
melakukannya hingga berkali-kali.


mana ceritanya niih..?
BalasHapusGak suka ceritanya... Suka kenalan langsung dg om" & bapak" baik. Bukan yg liar!
BalasHapus085664600785
mau donk.. email saya maspenasaran@gmail.com
BalasHapuscoba liat foto lo sama om bambangnya dnk... kalo emang bener
BalasHapusaku 42 tahun tinggal di Bekasi-Jawa Barat, nyari hanya Bapak-Bapak / pria dewasa atau tua 50 tahun keatas (lebih tua semakin saya suka) untuk bereksperimen pertama sebagai gay.
BalasHapuscall : 082111441692.
Catatan : Tidak untuk yang di bawah 50 tahun